1. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: Aku adalah yang paling tidak membutuhkan persekutuan. Barangsiapa melaksanakan suatu amal dengan mempersekutukan Aku dengan selain Aku, maka Aku akan meninggalkannya dan tidak memperdulikannya.”(HR. Muslim)
2. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda:“Sesungguhnya manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid, dimana ia dihadapkan dan diperlihatkan kepadanya nikmat yang telah diterimanya serta ia pun mengakuinya, lantas ditanya:“Apakah yang kamu perbuat terhadap nikmat itu?“ Ia menjawab:“Saya berjuang di jalan-Mu sehingga saya mati syahid.“ Allah berfirman:“Kamu dusta. Kamu berjuang agar dikatakan sebagai pemberani; dan hal itu sudah diakui.“ Kemudian Allah memerintahkan untuk menyeret orang itu sampai akhirnya ia dilemparkan ke dalam neraka. Kedua, seseorang yang belajar dan mengajar serta suka membaca Al Qur’an dimana ia dihadapkan dan diperlihatkan kepadanya nikmat yang telah diterimanya serta ia mengakuinya, lantas ditanya:“Apakah yang kamu perbuat terhadap nikmat itu?“ Ia menjawab: “Saya telah belajar dan mengajarkan Al Qur’an, serta saya suka membaca Al-Qur’an untuk-Mu.“ Allah berfirman:“Kamu dusta. Kamu belajar Al Qur’an agar dikatakan sebagai orang yang pandai, dan kamu membaca Al Qur’an agar dikatakan sebagai Qori’, dan hal itu sudah diakui.“ Kemudian Allah memerintahkan untuk menyeret orang itu sampai akhirnya ia dilemparkan ke dalam neraka. Ketiga, seseorang yang diluangkan rezekinya dan dikaruniai berbagai macam kekayaan dimana ia dihadapkan dan diperlihatkan kepadanya nikmat yang telah diterimanya serta ia pun mengakuinya, lantas ditanya: “Apakah yang kamu perbuat terhadap nikmat itu?“ Ia menjawab:“Semua jalan (usaha) yang engkau sukai agar dibantu, maka saya pasti membantunya karena Engkau.“ Allah berfirman:“Kamu dusta. Kamu berbuat itu agar dikatakan sebagai orang yang pemurah, dan hal itu sudah diakui.“ Kemudian Allah memerintahkan untuk menyeret orang itu sampai akhirnya ia dilemparkan ke dalam neraka.“(HR. Muslim)
3. Dari Ibnu Umar ra. bahwasannya ada beberapa orang berkata: “Sesungguhnya apabila kami masuk kepada penguasa, maka kami mengatakan kepadanya lain dari apa yang kami katakan bila kami berada di luar.“ Ibnu Umar ra., ia berkata:“Pada masa Rasulullah saw. Kami menganggap hal yang demikian termasuk perbuatan nifak.“(HR. Bukhari)
4. Dari Jundub bin Abdullah bin Sufyan ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda:“Barangsiapa memperdengarkan (amalnya), maka Allah akan memperdengarkannya dan barangsiapa memperlihatkan (amalnya), maka Allah akan memperlihatkannya.“(HR. Bukhari dan MuslimHadis ini juga diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Abbas ra. yang dimaksud Allah memperdengarkan dan memperlihatkan amalnya adalah dengan tujuan untuk membuat malu orang yang berbuat seperti itu.
5. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata:“Rasulullah saw. bersabda:“Barangsiapa yang mempelajari ilmu pengetahuan yang semestinya untuk mencari ridha Allah Azza wa Jalla tetapi ia tidak mempelajarinya melainkan untuk mendapatkan kedudukan/kekayaan duniawi maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga nanti pada hari kiamat.“(HR. Abu Dawud)