Laman

BESARNYA DOSA SUMPAH PALSU DENGAN SENGAJA

1. Dari Ibnu Mas’ud ra, bahwasanya Nabi saw, bersabda : “Barangsiapa bersumpah atas harta Islam tanpa ada hak (untuk mengambil harta itu dengan sumpah bohong), maka ia bakal bertemu Allah dalam keadaan menerima kemurkaan- Nya.” Selanjutnya Ibnu Mas`ud berkata : “Kemudian Rasulullah saw,, membacakan kepada kami pembenaran sabda beliau, dari kitab Allah ‘Azza wa Jalla (Al Quran) : INNALLADZIINA YASYTARUUNA BI’AHDILLAAHI WA AIMAANIHIM TSAMANAN QALIILAN ULAA-IKA LAA KHALAAQALAHUM FIL AAKHIRATI WALAA YUKALLIMUHUMULLAAJI WALAA YANDHURU ILAIHIM YAUMAL QIYAAMATI WALAA YUZAKKIIHIM WALAHUM ‘ADZAABUN ALIIM” (Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dengan sumpah-sumpah mereka dengan harga sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat, dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih).”(H.R Bukhari dan Muslim)

2. Dari Abu Umamah (Iyas) bin Tsa’labah Al Haritsy ra, bahwasanya Rasulullah saw, bersabda : “Barangsiapa mengambil hak orang Islam dengan sumpahnya, maka benarbenar Allah mewajibkan neraka baginya dan mengharamkan surga atasnya.” Seseorang bertanya kepada beliau: “Meskipun itu hanya sedikit wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda : “Meskipun itu hanya sepotong dahan kayu arak ( Kayu untuk bersiwak)”(H.R Muslim)

3. Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra, dari Nabi saw, beliau bersabda : “Dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa dan sumpah palsu.”(H.R Bukhari) Dalam riwayat yang lain dikatakan : Seorang anak desa datang kepada Rasulullah saw, lalu bertanya : “Wahai Rasulullah apakah dosa-dosa besar itu?” Rasulullah bersabda : “Menyekutukan Allah.” Orang itu bertanya : “kemudian apa?” Rasulullah bersabda : “Sumpah palsu .” saya (Abdullah bin Amr) bertanya : “Apakah sumpah paslu itu?” Rasulullah bersabda : “Yang merampas harta orang islam, yakni dengan sumpah yang di dalamnya terkandung kebohongan.”