1. Dari Umar bin Khththab ra., ia berkata: “Nabi saw., bersabda: “Orang mati itu disiksa dalam kuburnya, karena apa yang diratapkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata: Rasulullah saw., bersabda: Tidaklah temasuk golongan kami, orang yang memukul-mukul pipinya dan mencabik-cabik bajunya ketika (tertimpa musibah) serta berseru dengan seruan jahiliyah!” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Dari Abu Burdah berkata: “Abu Musa Al-Asy’ariy ra., sakit lalu pingsan, sedangkan kepalanya dibilik seorang perempuan dari keluarganya. Lalu datanglah isterinya sambil menjerit-jerit, tetapi Abu Musa sedikitpun tidak mampu menyadarkannya. Ketika Abu Musa sudah benar-benar sadar diri, ia berkata: “Saya lepas dari orang yang Rasulullah saw., berlepas darinya. Sungguh, Rasulullah saw., berlepas sari perempuan yang mencukur rambutnya yang meratap-ratap, perempuan yang mencukur rambutnya ketika datang musibah dan orang yang mencabik-cabik pakaiannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Dari Al Mughirah bin Syu’aib ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw., bersabda: “Barangsiapa diratapi sesungguhnya ia bakal di siksa dengan apa yang diratapkan kepadanya, nanti pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Dari Ummu Athiyyah Nusaibah ra., ia berkata: “Rasulullah saw., mengambil janji kami pada waktu baiat (memeluk agama Islam), untuk tidak meratap-ratap.” (HR. Bukhari dan Muslim)
6. Dari An Nu’man bin Basyir ra., ia berkata: “Suatu ketika Abdullah bin Rawahah ra., pingsan, lalu memulailah saudara perempuannya menangis dan meratap: “Aduh gunung, aduh begini, aduh begitu, pendeknya macam-macam ratapan (model jahiliyyah).” Maka berkatalah Abdullah bin Rawahah ketika sadar: “Tidaklah kau mengatakan sesuatu, kecuali dikatakan kepadaku. Apakah kamu betul begitu?” (HR. Muslim)
7. Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: “Ketika Sa’ad bin Ubadah sakit, Rasulullah saw., bersama Abdurrahman bin ‘auf, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abdullah bin Mas’ud menjenguknya. Ketika beliau masuk ke tempat Sa’ad bin Ubadah didapatinya ia sedang pingsan, kemudian beliau bertanya: “Apakah sudah meninggal?” Orang-orang yang berada disekitarnya menjawab: “Belum wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah saw., menangis dan mereka pun ikut menangis. Kemudian beliau berabda: “Apakah kamu belum pernah mendengar?” Sesungguhnya Allah tidak menyiksa karena air mata dan tidak pula karena sedih hati.” –Beliau menunjuk ke lisannya-.” (HR. Bukhari dan Muslim)
8. Dari Abu Malik Al Asy’ariy ra., ia berkata: Rasulullah saw., bersabda: “Perempuan yang meratap-ratap, apabila tidak bertaubat sebelum kematiannya, maka ia akan di bangkitkan pada hari kiamat, sedangkan padanya ada baju kurung dari pelangkin (aspal) dan baju dari besi kudis.” (HR. Muslim)
9. Dari Usaid bin Abu Usaid Al Tabi’iy menceritakan tentang seseorang yang telah berbaiat, dimana ia berkata: “diantara pesan Rasulullah saw., kepada kami tentang kebaikan yang harus kami lakukan, yaitu kami tidak boleh melanggar kebaikan, kami tidak boleh mencakar-cakar muka, kami tidak boleh menjerit-jerit dengan mengucapkan perkataan yang tidak baik, kami tidak boleh menyobek-nyobek ke arah baju dan kami tidak boleh melepas rambut sedemikian rupa.” (HR. Abu Daud)
10. Dari Abu Musa ra., bahwasanya Rasullullah saw., bersabda: “Seseorang yang meninggal dunia kemudian ada orang-orang yang menangisinya dan berkata: “Wahai pelindungku, wahai tuanku, atau lain sebagainya, maka diserahkanlah ia kepada dua malaikat yang mendorongdorongnya sambil bertanya: “Apakah benar kamu seperti apa yang orang itu?” (HR. Tirmidzi)
11. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw., bersabda: “Ada dua hal di dalam diri manusia yang bisa mengakibatkan kufur, yaitu menghina nasab dan meratapi orang yang meninggal dunia.” (HR. Muslim)